Rumah impian... Huanian impian...
Penantian demi penantian...
Dahulu dari sebelum suami menikah, sudah mencoba untuk searching rumah, mana-mana yang menurut beliau pas sampai akhirnya anaknya sudah lahir ke dunia belum juga nemu jodohnya rumah. Sampai akhirnya ibu nya pak suami bilang kalau emank belum ada yang cocok di jakarta ya itu optimalkan di semarang dulu. Kemudian kami mengurus sertifikat tanah di semarang, dan ternyata urusannya panjang dan beribet dari yang calo tanahnya ngejual itu tanah ke orang lain sampai udah di pondasi sama pembeli yg di tipu tersebut. Dalam hati kok bisa yaa.. ? suami saya berusaha untuk bisa membuktikan bahwa tanah itu adalah sah milik kami, dengen perjuangan akhirnya si calo tersebut mau mengembalikan uang si pembeli tersebut dan kami langsung meminta ganti nama sertifikat supaya kedepannya bisa lurus.
Berhubung jadi tambah panjang cerita pertanahan di semarang, ibunya pak suami bilang lagi ke suami "dari pada nunggu proses lama, cari-cari rumah sana di jakarta siapa tahu nemu yang cocok.." Eehh iyah donk setelah ibunya bilang begitu suami jadi kaya kejar deadline nyari rumah. Seminggu aja udah langsung dapat yang alhamdulillah cocok deket dengan kantor dan lumayan kota. Itu tanda jadi rumah sekitar bulan November 2012 dan kita DP nya nyicil donks.... hehehe dan tahukah anda buat cicilan DP aja gajian kita kalo dihitung matematika bisa di bilang BEP alias ngepas. Perjuangan kala itu mencari penghasilan tambahan supaya bisa menutup itu sesuatu banged dan alhamdulillah dikasih jalannya sama Allah jadinya dimudahkan sampai selesai cicilan DP.
Dan akhirnya setelah 6 bulan tibalah kita pada acara akad kredit KPR,
continue
xoxo
Mrs. Rony
Tampilkan postingan dengan label Dream. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dream. Tampilkan semua postingan
Selasa, 23 Desember 2014
Akad Kredit KPR
Label:
Aqila,
Ayah,
Bunda,
Dream,
Inspiration
Selasa, 16 Desember 2014
WISUDA
Awal tahun 2013 kemaren itu adalah bulan penuh dengan ngelembur sampe larut nyusun skripsi dan bikin program. Nyusun skripsi gak sekedar nyusun aja tapi lebih ngejelimet dengan aproval guru pembimbingnya ini yang bikin kita bolak balik ngedit dan ngeprint, ya maklum lah namanya juga dosen maunya semaunya beliau aja, belum lagi ada dua dosen pembimbing yang berbeda - beda keinginan, huwaaaaa kadang suka ngedumel sana sini sebel sendiri kalo inget jaman itu. Saat ini aqila udah berusia 1 tahun lebih ya molor nya panjaaang bener, tapi gak papa yang penting emaknya semangat buat ngelarin kuliahnya, meski kadang pulang sampe larut banged sampe jam 12 malem, tapi tentu saja di temenin sama adik. Kenapa bisa pulang selarut itu.. ? soalnya kita bikin program jadi mau gak mau yang nyekrip sampe debug nya gak ada.. *___*
Karena alesan itu pulalah ( ngeles ) aq sedikit mencampakkan nulis disini...tapi alhamdulillah semua perjuangan kesabaran berbuah manis... sidang yang aq nantikan datang juga dan bisa lolos dengan nilai....... yang memuaskan.. sekali lagi Alhamdulillah aku diwisuda juga... :)
Perjuangan untuk bisa kuliah dengan hasil jerih payah sendiri terbayarkan lunas, sebelumnya saya tidak pernah mengira akan sejauh ini. Pernah ditawarin sama suami apa mau pindah kuliah aja ngelanjutin di jakarta biar kita bisa bareng-bareng. Karena menurut aku saat itu kuliah aku tinggal 2 semester lagi jadi sayang banged kalo saya harus pindah dan mulai dari awal, akhirnya saya keukeh nerusin kuliah sampai selesai dengan konsekuen LDR. Begitu pula soal biaya, saya mungkin orang paling keras kepala, dari awal sudah bertekad ingin membiayai sendiri semua kebutuhan kuliah jadi sampai selesaipun keukeh pake biaya sendiri, gak pengen ngerepotin orang lain, apalagi pak suami... :)
Jadi terima kasih buat semua yang sudah ngebantu selama masa perkuliahan saya, orang tua, kaka, pak suami, teman - teman seangkatan saya, temen kantor dan semuanya. Semoga ilmu nya bisa bermanfaat untuk semua juga. Amin
Perjuangan untuk bisa kuliah dengan hasil jerih payah sendiri terbayarkan lunas, sebelumnya saya tidak pernah mengira akan sejauh ini. Pernah ditawarin sama suami apa mau pindah kuliah aja ngelanjutin di jakarta biar kita bisa bareng-bareng. Karena menurut aku saat itu kuliah aku tinggal 2 semester lagi jadi sayang banged kalo saya harus pindah dan mulai dari awal, akhirnya saya keukeh nerusin kuliah sampai selesai dengan konsekuen LDR. Begitu pula soal biaya, saya mungkin orang paling keras kepala, dari awal sudah bertekad ingin membiayai sendiri semua kebutuhan kuliah jadi sampai selesaipun keukeh pake biaya sendiri, gak pengen ngerepotin orang lain, apalagi pak suami... :)
Jadi terima kasih buat semua yang sudah ngebantu selama masa perkuliahan saya, orang tua, kaka, pak suami, teman - teman seangkatan saya, temen kantor dan semuanya. Semoga ilmu nya bisa bermanfaat untuk semua juga. Amin
*Foto menyusul yaa
Xoxo
Mrs Rony
Rabu, 21 November 2012
Love - Growth - Cash
Sedikit bahasan dari bukunya @ReneCC yang judulnyaa Your Job is Not Your Career
salah satu buku favorit saya jugaa siii, bisa saya bilang it’s powerfull Book. Bahasan tentang Career Triangle
Bahwa ternyata dalam kita menapaki karir ( yang seharusnya tidak identik dengan
perusahan tempat kita kerja, tapi kita sendiri ) disitu pastinya kita akan
punya prioritas dan konsekuensi dari karir tersebut. Istilah lain dari Career
Triangle ini adalah Love – Growth – Cahs Triangle
Love (Gaya Hidup )
Pemanfaatan me-time untuk kepuasan hidup atau keluarga
Pemanfaatan me-time untuk kepuasan hidup atau keluarga
Growth ( Kepuasan Kerja )
Kepuasan dalam bekerja, mempelajari banyak hal dan berkarya sebagai bagian dari organisasi
Kepuasan dalam bekerja, mempelajari banyak hal dan berkarya sebagai bagian dari organisasi
Cash ( Kompensasi )
Uang dan manfaat intrinsik yang diterima sebagai kontra prestasi kerja
Uang dan manfaat intrinsik yang diterima sebagai kontra prestasi kerja
How it Wokrs ?
Simple.. kita hanya perlu “ Set Up Priority “ dari Love –
Growth – cash choice. Dan kemudian menjalaninya prioritas yang kita pilih
dengan penuh kesadaran dan berbagai konseskuensi yang ada. Menjalani pilihan
ini bukan semata – mata mengabaikan urusan yang lainnya, tapi justru kita bisa
lebih enjoy dalam menapakai karir karena itu adalah pilihan prioritas kita. Dengan
begitu gak boleh ada kata “capek” kalo harus lembur ngepacking barang malem –
malem, bikin – bikin craft malem – malem, finishing handmade orderan malem –
malem atau pas weekend. Karena kita tahu untuk mendapatkan nilai lebih maupun
dalam hal ini saya ( yang punya bisnis made by order clothing ) mendapatkan
kepuasan konsumen harus bekerja extra keras. Begitu pula dengan pilihan –
pilihan yang lainnya.
Lalu.. ? apa prioritas mu ?
Mungkin kalo udah ada yang baca buku nya @reneCC setujuuuuu bangeeed sama jawaban beliau saya
akan lebih memilih Love & Growth
sebagai prioritas saya. Karena tujuan saya, saya ingin menjadi ibu, istri dan
seoarang wom preneur yang sukses. *Amiiiiieeennn* doain yaa om @ReneCC J
yang dari sekarang sedikit demi sedikit menapaki strategi demi strategi yg
awalanya focus di point growth, cash akan dating sendiri… hihiihii
Semoga Sukses
So… What yours .. ???
xoxo
Dian Novita
Jumat, 28 September 2012
Dreams Blog
Kalau @RanggaUmara punya Dreams Book nya.. boleh dong saya punya Dreams Blog... Kenapa punya dream blog, karena bagi saya ini adalah diary virtual saya... Nulis di buku takut bukunya berserakan dan entah kemana secara masih Nomaden belum menetap, jadi supaya tidak berserakan di tulis disini aja yaaa... Setiap yang ada dikepala saya saat itu akan langsung daya tuang dalam sebuah postingan berjudul dream blog supaya bisa di baca lagi dan bisa di jadikan sebuah motivasi...
Pertama, sudah hampir 6 bulan di Online shopping Bunga Shop setiap transaksi di hari jumat akan langsung saving 10% untuk donasi di TPQ Darusalam, sebuah TPQ yang ada di daerah tempat tinggal suami saya, bahkan TPQ suami saya dulu, yang menurut saya fasilitasnya masih jauh dari kelayakan.
Jauh sebelum Aqila bertumbuh menjadi gadis 20 bulan, saya beberapa kali survey sebuah TK atau Playgroup dimana pasti terdapat perlengkapan yang mumpuni untuk anak - anak bermain dan belajar. Bukan untuk mana si sekolah termahal dan terbagus buat anak saya, tapi hanya untuk membadingkan ( dalam hati kecil saya ) dengan sekolah TPQ yang ada di ujung rumah keluarga suami saya. Mereka juga sama, anak - anak yang memerlukan masa bermain bergembira menikmati masa - masa kecil an bahagia tanpa harus ikut - ikut memikirkan perekonmian keluarga mereka.
Saya hanya ingin bersama Bunga ikut membantu membuat sebauh TK / TPQ itu layak untuk menjadi sebuah sekolah atan taman kanak - kanak. Sebelumnya saya tidak pernah mengira bahwa coretan pena kehidupan saya akan hidup di daerah pinggiran pantai, namun ternyata di desa ini masih sangat sangat kental nilai kekeluargaannya, kental sekali agamanya... tapi ya itu ndesooo.. :)) tapi enggak papa buat pengalaman dan cerita hidup.
Saya bukan seorang yang berlebihan harta maupun benda tapi saya ingin meninggalkan sesutu yang bermanfaat buat desa ini, buat sekolah itu ingin mereka juga bisa bahagia dan mengajarkan Aqila indahnya berbagi, pejaran itu bukan dari sebuah sekolah mahal dan bergengsi, pelajaran ada di sekiking kita kalau kita mau memperlajarinya.. semoga sedikit demi sedikit bisa tersampaikan... :)
Doakan saya yaaa..
xoxo
Dian Novita
Langganan:
Postingan (Atom)
